Entri Populer
-
Cucak kombo ngetren di Surabaya: Mohon maaf, itu burung yang dilindungi C ucak kombo dalam sepekan terakhir se...
-
Pied Triller (Lalage nigra) Nama Lokal : Burung Kapas Nama Indonesia : Kapasan Kemiri Merupakan jenis burung yang...
-
prawatan pleci BURUNG PLECI , PERAWATAN UMUM Alternatif lain agar pleci cepat buka paruh Posted by Aries Munand...
-
Burung-madu Sangihe Burung jantan, Foto : Medh Halaouate@PBase Nama Latin : Aethopyga duyvenbodei (Schlegel, 1871) Nama Inggris ...
-
burung tuwu dan mitosnya Posted on June 6, 2012 Burung tuwu…………..secara nyata kita bisa melihat burung tsbt,tp seb...
-
Tledekan laut, burung migrasi bersuara merdu 18/04/2013 pukul 21:22 By Aries Munandi in BURUNG TLEDEKAN/SULINGAN Tags: BURUNG , ...
-
Tips membuat gacor Cucak Jenggot Cucak jenggot apalagi kalau sudah raji...
-
tips merawat burung ciblek berkicau burung ciblek , merawat atau memlihara burung ciblek itu tidaklah mudah atau gampang-gampang susah ...
-
Menjinakkan Burung Pleci Jinak bukan berarti Takut , seekor burung pleci agar bisa maksimal performanya memang gak harus jinak ...
Senin, 31 Desember 2012
Minggu, 30 Desember 2012
Burung Kepodang Si Pesolek Cantik
Burung Kepodang Si Pesolek Cantik
Burung Kepodang (Oriolus chinensis)
merupakan burung berkicau yang mempunyai bulu yang indah. Burung
Kepodang cukup dikenal dalam budaya Jawa, khususnya Jawa Tengah, selain
hanya karena Burung Kepodang merupakan fauna identitas
provinsi Jawa Tengah, Burung Kepodang juga sering dipergunakan dalam
tradisi ‘mitoni’ (tradisi tujuh bulan kehamilan). Konon, ibu hamil yang
memakan daging burung Kepodang akan mendapatkan anak yang ganteng atau
cantik jelita.
Burung Kepodang yang merupakan fauna identitas provinsi Jawa Tengah ini dikenal juga dengan sebutan manuk pitu wolu
karena bunyinya yang nyaring mirip dengan ucapan pitu-wolu (tujuh
delapan). Selain itu, burung ini juga terkenal sebagai burung pesolek
yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam membuat
sarang.
Masyarakat Sunda biasa menyebut burung Kepodang ini dengan sebutan Bincarung. Sedangkan beberapa daerah di Sumatera menyebutnya sebagai Gantialuh dan masyarakat di Sulawesi menyebutnya Gulalahe.
Burung Kepodang ini dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Black
Naped Oriole. Di Malaysia disebut burung Kunyit Besar. Sedangkan dalam
bahasa ilmiah (latin), Burung Kepodang disebut Oriolus chinensis.
Ciri-ciri dan Kebiasaan. Burung Kepodang (Oriolus chinensis)
berukuran relatif sedang, panjang mulai ujung ekor hingga paruh
berkisar 25 cm. Bulunya indah berwarna kuning keemasan sedang bagian
kepala,sayap dan ekor ada sebagian bulu yang berwarna hitam. Ciri khas
burung Kepodang adalah terdapatnya garis hitam melewati mata dan
tengkuk.
Iris mata burung Kepodang berwarna merah
sedangkan paruhnya berwarna merah jambu dan kedua kakinya berwarna
hitam. Burung Kepodang yang ditetapkan sebagai maskot (fauna identitas)
provinsi Jawa Tengah ini mempunyai siulan seperti bunyi alunan seruling
dengan bunyi “liiuw, klii-lii-tii-liiuw” atau “u-dli-u”. Selain
mempunyai ocehan yang sangat keras dan nyaring, Kepodang juga pandai
menirukan suara burung Ciblek, Prenjak, Penthet bahkan suara burung Raja
Udang.
Makanan utama Kepodang adalah buah-buahan
seperti pisang dan papaya, serangga kecil dan biji-bijian dan sesekali
memakan ulat bumbung dan ulat pisang. Burung Kepodang biasa hidup
berpasangan. Burung betina biasanya membuat sarang dengan teliti pada
ranting pohon.
Ketelitian burung Kepodang dalam membuat
sarang yang indah dan tampilan burung yang selalu terlihat bersih dan
rapi dengan bulu yang indah menawan membuat burung ini sering mendapat
predikat sebagai burung pesolek.
Habitat, Persebaran, dan Konservasi. Habitat asli Burung Kepodang (Oriolus chinensis)
adalah di daerah dataran tinggi. Namun burung ini dapat juga ditemui di
hutan terbuka, hutan mangrove dan hutan pantai hingga ketinggian 1.600 m
dpl.
Kepodang tersebar luas di mulai dari
India, Bangladesh, Rusia, China, Korea, Taiwan, Laos, Myanmar, Kamboja,
Thailand, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia, burung
berbulu indah ini dapat dijumpai di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan,
Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Burung Kepodang (Oriolus chinensis),
meskipun di beberapa tempat di Indonesia julai jarang ditemukan tetapi
secara umum masih dikategorikan sebagai ‘Least Concern’ atau ‘Beresiko
Rendah’ oleh IUCN Redlist. Artinya burung pesolek maskot provinsi Jawa
Tengah ini masih dianggap belum terancam kepunahan.
Subspesies Burung Kepodang. Burung Kepodang sebenarnya mempunyai beberapa subspesies (anak jenis). Beberapa anak jenis burung Kepodang diantaranya adalah:
- Oriolus chinensis andamanensis
- Oriolus chinensis celebensis
- Oriolus chinensis chinensis (Black Naped Oriole)
- Oriolus chinensis diffusus
- Oriolus chinensis frontalis
- Oriolus chinensis lamprochryseus
- Oriolus chinensis macrourus
- Oriolus chinensis maculatus
- Oriolus chinensis melanisticus
- Oriolus chinensis mundus
- Oriolus chinensis richmondi
- Oriolus chinensis sangirensis
- Oriolus chinensis sipora
- Oriolus chinensis stresemanni
- Oriolus chinensis suluensis
- Oriolus chinensis tenuirostris
- Oriolus chinensis yamamurae
Mitos dan Filosofi Jawa.
Dalam masyarakat Jawa, burung Kepodang sangat dikenal oleh masyarakat
dan dianggap mempunyai makna filosofi yang tinggi. Bagi masyarakat Jawa
burung Kepodang melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi
pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda.
Burung Kepodang juga menjadi salah satu
burung klangenan bagi masyakat Jawa di samping burung Perkutut. Mungkin
lantaran nilai-nilai filosofi yang selaras dengan budaya Jawa maka tidak
mengherankan jika kemudian burung Kepodang ditetapkan sebagai fauna
identitas provinsi Jawa Tengah.
Satu yang lekat di budaya Jawa adalah
sebuah mitos tentang burung Kepodang ini. Mungkin lantaran keindahan
bulunya, tampilannya yang selalu ‘jaim’ dan terlihat bersih, rapi dan
indah serta ketelitian dalam membuat sarang yang indah kemudian
memunculkan mitos bahwa ibu hamil yang memakan daging burung Kepodang
akan mendapatkan anak yang ganteng ataupun cantik. Karena itu, masih
sering terdapat tradisi menyembelih burung Kepodang saat ritual ‘mitoni’
(tradisi selamatan tujuh bulan masa kehamilan).
Saya sendiri belum sempat bertanya kepada
ibu saya apakah ketika ‘mitoni’ saya, beliau juga disembelihkan burung
Kepodang si Pesolek cantik ini?.
burung tuwu dan mitosnya
burung tuwu dan mitosnya
Burung tuwu…………..secara nyata kita bisa melihat burung tsbt,tp sebagian kepercayaaan jaman dulu,seandainya ada burung tuwu berbunyi dimalam hari biasanya menandakan bahwa secara titen akan terjadi hal hal yang kurang baik yang akan terjadi dilingkungan tsbt.Baik itu secara individu atopun secara bersama sama.
Tapi itu semua pada jaman sekarang sudah tidak relevan lagi apalagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan kita yang sudah canggih ini,belive or not….iini adalah sebuah knyataaan ilmu titen,kirologi,ngawurologi..yang ga bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan.
Bagi kita tidak usah menyangkal atopun membenarkan,silahkan semua orang berhak mempunyai pendapat masing-masing.Karena saya kira ini juga sebuah kearifan kebudayaan lokal yang sudah kita miliki dari dulu.
tengkek
BURUNG RAJA UDANG / TENGKEK BUTO
Foto : smartmastering.com
Sumber : http://agungyogibali.blogspot.com/
Nama : Burung Raja Udang Atau Tengkek Udang /
Tengkek Buto
Makanan : ikan
kecil, katak, jangkrik
Habitat : tepi
sungai
Burung
Tengkek Buto memiliki suara Kreek... kreeek..., dalam perkembanganya merupakan jenis
burung kicauan yang di anggap cerdas bagi komunitas kicau mania, sebab burung
ini bisa untuk master beragam burung ocehan semisal cendet, murai bahkan
Lovebird dan lainnya.
Jenis
– Jenisnya
Burung
Raja Udang Mulut Merah
Ciri-ciri : mulut
merah, badan coklat, punggung hingga ekor berwarna biru, kaki merah.
Foto : smartmastering.com
Burung
Raja Udang Biru
Ciri
– ciri : mulut hitam, leher – dada
hingga perut berwarna putih, kepala – punggung – sayap hingga ekor berwarna
biru, kaki hitam.
Foto : bataviareload.wordpress.com
(Burung
Raja Udang Kecil)
burung
ini menghabiskan banyak waktunya untuk bertengger dan mencari makan di tepian
sungai atau tambak ikan. Burung ini biasa bersarang di lubang – lubang tanah
dan lubang pohon. Biasanya menghasilkan telur 2 – 3 butir. Untuk jenis raja
udang biru ada dua jenis, Cuma yang membedakannya hanya dari ukuran tubuhnya
sedangkan yang lainnya hampir sama dengan raja udang biru besar.
Foto : tokopetshop.info
Foto : kaskus.co.id

Sabtu, 29 Desember 2012
menjinakkan pleci
Menjinakkan Burung Pleci

Jinak bukan berarti Takut,seekor burung pleci agar bisa maksimal performanya memang gak harus jinak dan juga gak harus buas/fighter.jika terlalu jinak burung pleci gak akan getol/ngotot dalam mengeluarkan suara dan juga sebaliknya jika burung pleci terlalu giras maka anda tahu sendiri kan.
Untuk membuat burung agar gacor owor-owor kita harus menjinakannya terlebih dahulu,menurut saya gambaran yang pas seekor burung yang jinak ialah seperti burung kenari,dia tidak takut dan tidak merasa tertekan di lingkungan manusia namun jika anda akan memegangnya pasti kesulitan.
Agar seekor burung pleci bakalan supaya cepat jinak,hal-hal yang perlu anda perhatikan adalah,
- DARI SISI TEMPAT : Tempatkan (sandingkan/jejerkan) burung pleci bakalan bersama burung pleci yang sudah jinak.karena karakter burung pleci adalah kolonial,dan cara ini berbeda dengan burung yang berkarakter fighter/petarung.burung pleci akan merasa aman bila ada seekor burung pleci lain,dan sangat di anjurkan dalam memelihara burung pleci lebih dari seekor.dapat anda buktikan jika anda pisahkan salah satu pleci,usahakan jangan sampai saling melihat maka dia akan saling sahut-sahutan,itu menandakan burung pleci gak suka kesepian..(paranoid kale,hehehe...)
- DARI SISI LINGKUNGAN : Usahakan taruh/gantang di tempat keramaian,banyak di lalui orang. jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah,sekiranya burung pleci aman dari predator kucing
- DARI SISI MAKANAN DAN MINUMAN : dalam memberikan makan dan minum pada burung pleci bakalan,janganlah anda membatasinya karena burung pleci bakalan akan meniru pada burung pleci yang jinak,itu sudah menjadi sifat burung pleci yang berkarakter dasar 'kolonial" dalam ini dapat saya katakan bahwa seekor burung pleci adalah burung "Peniru"(Latta-jawa)
- DARI SISI SANGKAR : tempatkan dalam sangkar/kurungan yang berukuran mini dan pasang tenggeran/pangkringan agak banyak,fungsinya agar gerakan burung pleci bakalan supaya merasa terbatas dan terbiasa dengan kondisinya,itu membantu burung pleci dalam membawakan lagu supaya nagen.
Burung-burung madu
Burung-madu Sangihe
Burung jantan, Foto : Medh Halaouate@PBaseNama Latin : Aethopyga duyvenbodei (Schlegel, 1871)
Nama Inggris : Elegant Sunbirds
Deskripsi :
Berukuran sedang (12 cm). Tubuh bagian atas hijau metalik dan biru; punggung zaitun kekuningan; pita-tunggir kuning; tenggorokan kuning. Betina: tubuh bagian atas zaitun kekuningan; tunggir kekuningan; mahkota bersisik; tenggorokan dan tubuh bagian bawah kuning.
Suara :
Tidak terdokumentasi, mungkin memiliki suara dengan nada tinggi dan nyanyian menggoda seperti jenis brung madu lainnya.
Penyebarab global :
Endemik di Sangihe dan Siau, pulau kecil di utara Sulawesi.
Penyebaran lokal :
Cukup umum di Sangihe. Menghuni perkebunan campuran di sekitar hutan dan tepi hutan sampai ketinggian 900 m. Di Siau hanya diketahui dari satu spesimen yang dikoleksi satu abad yang lalu.
Kebiasaan :
Sendiri, berpasangan, atau tergabung dalam kelompok kecil bersama dengan burung madu lain dan burung cabai untuk berburu nektar, serangga, dan laba-laba.
Burung-madu Sumba
Burung Jantan, Foto : Medh HalaouateNama Latin : Cinnyris buettikoferi (Hartert, 1896)
Nama Inggris : Apricot-breasted Sunbirds
Deskripsi :
Berukuran kecil (11 cm). Jantan : tubuh bagian atas hijau zaitun, tenggorokan biru metalik, tubuh bagian bawah kuning, bagian tengah dada berwarna jingga tua. Betina : tubuh bagian atas berwarna hijau pucat, tenggorokan dan dada bagian samping berwarna kuning keabu-abuan. Burung muda mirip dengan betina.
Suara :
Kerikan tajam metalik "si-si-si", kadang-kadang "whiip" atau siulan nada ganda dengan nada pertama meninggi dan nada kedua menurun.
Penyebarab global :
Endemik P. Sumba.
Penyebaran lokal :
Umum di dataran rendah P. Sumba, NTB.
Kebiasaan :
Burung pemakan nektar yang sering mengunjungi kebun atau pohon berbunga. Burung jantan memiliki perilaku yang agresif dalam mempertahankan pohon teretorinya, mengusir dan menyerang pejantan lain yang datang. Hanya burung betina siap kawin yang diijinkan berkunjung dan mencari makan bersama di pohon berbunga yang menjadi teretorinya.
Rabu, 08 Juli 2009
Pijantung Whitehead
Foto dari : Oriental Bird Images
Nama Latin : Arachnothera juliae (Sharpe, 1887)
Nama Inggris : Whitehead’s Spiderhunter
Deskripsi :
Berukuran sedang (18 cm), berwarna coklat dengan garis putih melintang. Ekor dan sayap kehitaman. Punggung dan penutup sayap bawah kuning
Iris coklat, paruh hitam, dan kaki hitam.
Suara:
Suara pekikan yang keras dan diulang-ulang ketika terbang. Suara bercericit panjang dan nyanyian bernada tinggi
Penyebaran global:
Endemik Kalimantan.
Penyebaran lokal:
Menghuni pegunungan tinggi di Kalimantan utara. Tercatat di peg. Kinabalu ke selatan sampai Usun Apau dan gunung Dulit, serta di gunung Mulu. Secara lokal umum ditemui di hutan pegunungan dari 1000-1500 m..
Kebiasaan:
Lebih banyak menghabiskan waktunya di tajuk teratas pohon dibanding burung pijantung lainnya. Mencari makan diantara rumpun anggrek di hutan yang berlumut.
Berukuran sedang (18 cm), berwarna coklat dengan garis putih melintang. Ekor dan sayap kehitaman. Punggung dan penutup sayap bawah kuning
Iris coklat, paruh hitam, dan kaki hitam.
Suara:
Suara pekikan yang keras dan diulang-ulang ketika terbang. Suara bercericit panjang dan nyanyian bernada tinggi
Penyebaran global:
Endemik Kalimantan.
Penyebaran lokal:
Menghuni pegunungan tinggi di Kalimantan utara. Tercatat di peg. Kinabalu ke selatan sampai Usun Apau dan gunung Dulit, serta di gunung Mulu. Secara lokal umum ditemui di hutan pegunungan dari 1000-1500 m..
Kebiasaan:
Lebih banyak menghabiskan waktunya di tajuk teratas pohon dibanding burung pijantung lainnya. Mencari makan diantara rumpun anggrek di hutan yang berlumut.
Pijantung Telinga-kuning
Nama Latin : Arachnothera chrysogenys (Temminck, 1826)
Nama Inggris : Yellow-eared Spiderhunter
Deskripsi :
Berukuran sedang (17 cm), berwarna zaitun dan kuning. Tubuh bagian atas hijau-zaitun, tubuh bagian bawah kuning. Dikenali dari bercak kuning di pipi dan lingkar mata.
Iris coklat, paruh agak hitam, kaki coklat pucat.
Suara:
Nada tinggi pada waktu terbang “twit twit twit ii”.
Penyebaran global:
Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar.
Penyebaran lokal:
Penghuni tetap yang tidak umum di hutan dataran rendah Kalimantan dan Sumatra (termasuk pulau satelitnya) sampai ketinggian 1400 m. Ada beberapa catatan nurung ini berbiak di hutan dataran rendah Jawa Barat. Tidak ada catatan di Bali.
Kebiasaan:
Suka mengunjungi pohon berbunga di tepi hutan, di semak belukar sekunder, dan taman.
Makanan:
Buah kecil, biji-bijian, dan laba-laba.
Perkembangbiakan:
Tidak ada keterangan
perbedaan jalak suren
perbedaan jalak suren
Perbedaan Jalak Suren Jantan Dan Betina
Burung Jalak Suren
- Dahulu burung ini banyak dijumpai hampir di semua daerah pulau Jawa.
Namun sekarang keberadaan burung ini kian sedikit akibat dari ulah
tangan manusia. Burung yang terkenal dengan suara keras dan rajin
berkicau ini memang layak untuk ikut dalam jajaran burung kicauan
nusantara. Burung ini biasanya dipelihara di rumah sebagai burung
penjaga rumah. Karena jika burung ini melihat orang maka dia akan
bersuara keras. Pada kesempatan kali ini Arena Burung ingin memberikan sedikit tips dalam membedakan burung jalak suren jantan dan betina.
Ciri Jalak Suren Jantan
- Badan lonjong dan memiliki postur yang lebih besar.
- Paruh lebih panjang dan kokoh.
- Bulu hitam di kepala dan sayap sangat tajam dan mengkilap.
- Jambul di kepala lebih panjang dan mengembang.
- Ekor lebih panjang dan menyatu.
- Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas.
- Relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina
- Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras
- Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih
Ciri Jalak Suren Betina
- Tubuhnya bulat dan pendek
- Kepala agak ramping
- Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat
- Warna hitam dan putihnya agak suram
- kurang lincah dan agresif
- Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus
Langganan:
Postingan (Atom)



