Entri Populer

Senin, 13 Mei 2013

Cucak kombo ngetren di Surabaya: Mohon maaf, itu burung yang dilindungi

Cucak kombo ngetren di Surabaya: Mohon maaf, itu burung yang dilindungi

Cucak kombo dalam sepekan terakhir sedang ngetren di Surabaya. Hal ini setidaknya terlihat di Pasar Burung (PB) Kupang Surabaya. Hampir semua lapak memiliki stok burung ini. Apabila Anda membuka referensi nama burung di Indonesia, pasti tidak akan menemukan burung cucak kombo. Sebenarnya cucak kombo tidak lain adalah kecial kombo, alias burung isap madu, yang merupakan burung endemik di Bali, Nusa Tenggara, Lombok, dan Timor.
Cucak kombo, kecial kombo, atau burung isap madu
Burung isap madu, atau dikenal pula sebagai cucak kombo / kecial kombo.
Maraknya perdagangan burung cucak kombo ini terekam dari catatan sejumlah kicaumania, baik di forum kicaumania.or.id maupun kaskus.or.id. Harga bakalan cukup murah, sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Tetapi yang sudah gacor bisa mencapai Rp 650.000.
Bahkan, ada juga yang melaporkan harga burung yang sudah jadi berada dalam kisaran Rp 500.000 hingga Rp 2 juta ! Burung cucak kombo mulai dilirik, terutama untuk masteran burung kicauan yang lain.
Apabila hampir semua lapak memiliki stok cucak kombo, bisa diartikan telah terjadi perburuan besar-besaran di habitat aslinya, kemudian dibawa ke Surabaya, dan ada pula yang sampai ke Malang. Surabaya dan Malang merupakan dua kota besar di Jawa yang paling dekat dengan habitat burung ini, dan sangat dimungkinkan burung dibawa melalui kapal laut atau kendaraan (mobil / bus) yang sebagian memanfaatkan jasa kapal feri.
Saya tidak menyebutkan apakah perdagangan ini dilakukan dengan cara menyelundupkan, atau ada kongkalikong dengan petugas selama pengiriman burung. Saya juga tak tahu persis, apakah petugas yang berwenang justru tidak mengetahui kalau cucak kombo / kecial kombo termasuk burung yang dilindungi.
Yang pasti, kebenaran mesti disampaikan. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disertai dengan lampiran tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, lengkap dengan nama spesies dan nama lokal (Indonesia).
Memang, tidak semuanya merupakan nama spesies, karena ada juga yang hanya disebutkan famili dan / atau genusnya saja. Misalnya, dalam daftar tersebut tidak ada nama burung madu atau yang di Indonesia dikenal sebagai burung kolibri. Lampiran itu hanya menyebutkan Nectariniidae. Karena semua spesies burung madu termasuk keluarga Nectariniidae, berarti semuanya berstatus dilindungi sehingga tidak boleh dilakukan penangkapan di alam bebas.
10 spesies burung isap madu
Demikian pula dengan burung cucak kombo, atau kecial kombo, atau nama resminya adalah burung isap madu. Ada 10 spesies burung isap madu, dan semuanya termasuk dalam famili Meliphagidae. Sebagaimana Nectariniidae, keluarga Meliphagidae tercantum dalam daftar burung yang dilindungi. Artinya, 10 spesies burung isap madu termasuk burung dilindungi. Ke-10 spesies tersebut adalah:
  • Isap madu topi sisik / scaly-crowned honeyeater (Lichmera lombokia)
  • Isap madu zaitun / olive honeyeater (Lichmera argentauris)
  • Isap madu australia / brown honeyeater (Lichmera indistincta)
  • Isap madu cuping kelabu / grey-eared honeyeater (Lichmera incana)
  • Isap madu anis / silver-eared honeyeater (Lichmera alboauricularis)
  • Isap madu babar / scaly-breasted honeyeater (Lichmera squamata)
  • Isap madu buru / buru honeyeater (Lichmera deningeri)
  • Isap madu seram / seram honeyeater (Lichmera monticola)
  • Isap madu timor / flame-eared honeyeater (Lichmera flavicans)
  • Isap madu wetar / black-necklaced honeyeater (Lichmera notabilis)
Yang paling banyak diperjualbelikan adalah subspesies dari Lichmera indistincta, yaitu Lichmera indistincta limbata, yang banyak dijumpai di Bali, Nusa Tenggara, Lombok, dan Timor. Jenis inilah yang sering disebut sebagai kecial kombo, atau cucak kombo. Sebagian ahli menempatkan kecial kombol sebagai spesies tersendiri, dengan nama Lichmera limbata, atau dalam literatur perburungan internasional disebut sebagai indonesian honeyeater.
Burung isap madu atau kecial kombo atau cucak kombo
Burung isap madu di habitat aslinya.
Mengapa burung isap madu dilindungi?
Kalau melihat daftar redlist UICN, semua spesies burung isap madu sebenarnya berada dalam status Least Concern / LC atau tidak terlalu mengkhawatirkan. Tetapi penetapan spesies tertentu sebagai satwa dilindungi bukan sekadar mengacu pada populasi atau ketersediaannya di alam bebas.
Ada yang tidak kalah penting dari itu, yaitu keseimbangan ekologi. Burung-burung yang termasuk dalam famili Nectariniidae dan Meliphagidae memiliki kontribusi besar dalam membantu penyerbukan alami sejumlah tanaman, khususnya tanaman buah yang menjadi santapan burung-burung tersebut.
Melalui perantaraan burung-burung yang termasuk dalam keluarga burung madu serta burung isap madu inilah, tanaman buah bisa berkembang biak secara alami, menghijaukan lingkungan sekitar, menambah areal resapan air, dan berbagai manfaat lingkungan hidup lainnya.
Jangan sampai ketika terjadi tanah longsor dan banjir bandang, masyarakat ribut menyalahkan sana-sini, sementara kita sendiri sejak awal mengabaikan aspek kelestarian lingkungan hidup. Karena itu, mulai sekarang, hentikan pembelian dan penjualan cucak kombo di mana pun, tidak hanya di Surabaya, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.
Bagi yang sudah terlanjur memilikinya, silakan dirawat dengan sebaik-baiknya. Cara perawatan bisa dilihat di sini. Lebih baik lagi apabila ditangkarkan, sehingga sobat kicaumania lain yang menginginkan burung sejenis cukup membeli dari hasil budidaya manusia, tidak lagi dari hasil penangkapan di alam bebas.
Semoga bermanfaat, dan menjadi renungan kita bersama.

tips merawat burung ciblek berkicau

tips merawat burung ciblek berkicau

burung ciblek, merawat  atau memlihara burung ciblek itu tidaklah mudah atau gampang-gampang susah karena burung ciblek ini termasuk susah beradaptasi dengan lingkungan baru. Diperlukan kesabaran cukup tinggi untuk dapat memelihara ciblek ini, jadi mohon anda bersabar bila memelihara burung ciblek agar ciblek ini menjadi ciblek yang anda harapkan.
cara merawat ciblek

Agar burung ciblek rajin berkicau, maka anda perlu memperlakukan ciblek kesayangan anda dengan baik, sehingga burung anda merasa nyaman serasa hidup dilingkungan habitatnya. Berikut inni cara merawat ciblek yang perlu anda coba:
  • Silakan anda bangun pagi sebelum matahari terbit, kemudian buka krodong sangkar ciblek, gantang di luar rumah, tujuannya adalah diembun-embunkan agar ciblek mendapatkan suasana pagi yang segar sebelum mentari terbit. Hampir setiap burung suka suasana pagi menjelang matahari terbit.
  • setelah agak siang sekitar jam 7 - 8 pagi ciblek diberi extra fooding berupa jangkrik kecil 2-3 ekor, kroto ¼ – ½ sendok teh, ulat hongkong 2 – 4 ekor (pemberian extra fooding bisa disesuaikan dengan settingan), kemudian disemprot dengan setelan semprotan lembut.
  • Penjemuran bisa dilakukan pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.
  • Setelah jam 9 pagi sebaiknya ciblek digantang di tempat yang teduh.
  • Pada sore hari sekitar jam 16.00 WIB sebaiknya diberi makanan tambahan seperti waktu pagi berupa jangkrik, ulat hongkong dan kroto.
  • Setelah Sore jam sekitar jam 17.00 WIB burung dikrodong lagi hingga pagi hari.
Memang perawatan ciblek cukup susah, terutama jika anda benar benar ingin menjadikan ciblek untuk perlombaan atau burung master yang berkualitas.
seputar ciblek & gambar ciblek
tips merawat burung ciblek
Membedakan Ciblek Jantan | Betina
Cara Merawat Ciblek liar | Tangkapan

Nah begitulah kawan berkutik.blogspot.com, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan sobat untuk membaca artikel berjudul tips merawat burung ciblek berkicau. Dan jangan lupa membaca artikel artikel yang lalu atau artikel yang akan datang . Atau anda dapat membaca artikel terkait dengan tema ini. Untuk memberikan komentar, silakan berkomen ria di tempat yang tersedia untuk meningkatkan kualitas blog ini. Mungkin keyword yang sesuai artikel ini adalah burung , burung ciblek , memelihara ciblek , perawatan burung ciblek .

Ciri Prenjak yang bagus

Ciri Prenjak yang bagus

ciri prenjak bagus
Prenjak Jantan Yang Bagus
Ciri Prenjak yang bagus, Di lihat secara fisik biasanay burung Prenjak yang bagus memiliki badan yang cenderung lebih besar dan professional, sebelum ke topikutama yaitu Ciri Prenjak yang bagus lebih baik jika anda mengetahui terlebih  dahulu apa itu burung prenjak ?, Untuk masalah ocehan, prenjak kepala merah lebih punya variatif suara daripada prenjak lumut, dan prenjak kepala merah akan saling sahut-menyahut dengan sang betinanya untuk segi perawatan prenjak kepala merah lebih mudah beradaptasi dan mudah dipelihara dari pada saudaranya prenjak lumut, na cukup itu sekarang ke topik utamanya Ciri Prenjak yang bagus

1. Pilih yang berdada sangat hitam..atau full hitamnya

2. pilih prenjak yang memiliki paruh yang panajang dan agak tebal
3. Pilih yang energik alias semangat dan pemberani jika kita dekati.

4.pilih prenjak yang memiliki kepala cepak/datar
5. Jika kita lihat ekornya selalu diangkat keatas seolah-olah mau bertarung
6. Pilih yang bulunya cerah







untuk memperjelas tentang ciri prenjak yang bagus anda bisa simak gambar burung prenjak yang bagus :

prenjak jantan
Prenjak jantan aduan



ciri prenjak
prenjak jantan yang bagus biasanya memiliki kepala yang agak cepak


 pilih prenjak yang memiliki paruh yang panajang dan agak tebal adalah satu Ciri Prenjak yang bagus

Selasa, 22 Januari 2013

Tips membuat gacor Cucak Jenggot

Tips membuat gacor Cucak Jenggot


Cucak jenggot apalagi kalau sudah rajin bunyi dan gacor tentulah membuat pemiliknya semakin sumringah apalagi mendengar besetan tajamnya. lalu bagaimana jika burung cucak jenggot yang kita miliki hanya sekali sekali saja mau berbunyi atau sekalinya berbunyi cuma malam hari saja. 
disini kita akan mulai membahas mengnai tips bagaimana membuat burung cucak jenggot menjadi rajin bunyi, tips ini saya kumpulkan dari beberapa tulisan ataupun forum forum juga website yang memang sudah terlebih dahulu membahas masalah ini dan saya rangkum sebagai panduan bagi anda yang mempunyai burung cucak jenggot agar lebih rajin bunyi .


Tips Pertama 
Rajin memberikan Terapi mandi malam pada burung cucak jenggot , bisa dengan menggunakan karamba ataupun disemprot hingga basah kuyup.

Tips kedua 
Melakukan pengembunan pada burung cuak jenggot , bisa dengan cara mengeluarkan burung pagi pagi hari sekali sekitar pukul 5 an . 
Setelah itu burung langsung dimandikan hingga basah kuyup dan diangin anginkan sekitar 15 menitan baru setelah itu dikerodong ( fungsi kerodong disini maksudnya untuk menghindari burung terkena sinar matahari dulu ) atau bisa juga langsung diangin anginkan didalam rumah kalau burung tidak terbiasa di kerodong.
Buka kerodong sebelum jam 8 pagi atau bisa juga dengan mengeluarkan burung sebelum jam 8 untuk di jemur 

Tips ketiga 
Tambah wadah berisi madu
Tambah cepuk minum buat burung cucak jenggot jadi ada dua cepuk minumnya satu berisi air biasa satu lagi berisi air madu. 

Oleskan madu pada pisang 
Berikan jangkrik yang terlebih dahulu dipotong kepala an kakinya lalu dimasukan jahe yang dipotong kecil seukuran butir pur ke dalam tubuh jangkriknya.

Sedangkan untuk membuat suara burung cucak jenggot terdengar lebih kristal bisa dengan jalan:  Berikan air teh yang tidak begitu manis dicampur dengan setengah potong perasan air dari jeruk nipis, diberikan 2 kali seminggu.

Sabtu, 19 Januari 2013

Cucak rawa


Cucak rawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

?Cucak Rawa
Burung cucak rawa
Burung cucak rawa
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Pycnonotidae
Genus: Pycnonotus
Spesies: P. zeylanicus
Nama binomial
Pycnonotus zeylanicus
(Gmelin, 1789)
Cucak rawa adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Burung ini juga dikenal umum sebagai cucakrawa (dalam bahasa Jawa dilafazkan sebagai , cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut Straw-headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat. Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789).

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm. Mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga- atau kuning-jerami pucat; setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam. Punggung coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun. Dagu dan tenggorokan putih atau keputihan; leher dan dada abu-abu bercoret putih; perut abu-abu, dan pantat kuning.
Iris mata berwarna kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat gelap.

Kebiasaan dan Penyebaran

Seperti namanya, cucak rawa biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.
Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan.
Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin.
Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.

Konservasi

Merupakan salah satu burung yang sangat digemari orang sebagai burung peliharaan, karena kicauannya yang merdu. Di Jawa, burung ini sudah sangat jauh menyusut populasinya karena perburuan yang ramai sejak tahun '80an.
Burung-burung yang diperdagangkan di Jawa kebanyakan didatangkan dari Sumatra dan Kalimantan. Kini di banyak bagian Pulau Sumatra (misalnya di Jambi, di sepanjang Batang Bungo) pun populasinya terus menyurut. Collar dkk. (1994, dalam MacKinnon dkk. 2000) menggolongkan populasi cucak rawa ke dalam status rentan. Demikian pula IUCN menyatakan bahwa burung ini berstatus Rentan (VU, Vulnerable). Uraian status konservasi yang lebih rinci dapat dilihat pada situs IUCN di bawah.
Jika tidak ada langkah penyelamatan yang lebih baik dari sekarang, barangkali beberapa tahun ke depan burung ini hanya tinggal kenangan; tinggal disebut-sebut dalam nyanyian seperti dalam lagu Manuk Cucakrowo di Jawa.

Kamis, 10 Januari 2013

cucak ijo


  CUCAK IJO

 
 
Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)
Karakter dan sifat burung Cucak Hijau, cara memilih burung Cucak Hijau, cara merawat burung Cucak Hijau, cara memaster burung Cucak Hijau, tips seputar burung Cucak Hijau.
 

TIPS PANDUAN BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)

 
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)


Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis. 
 
KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
  • Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
  • Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.
Cucak Ijo Mabung
 
PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

 
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari  postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.  

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
Pisang Kepok
Pepaya
Pir
Alpukat
Apel Merah
Tomat
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
Voer
Jangkrik
Kroto
Ulat Hongkong
Belalang
Ulat Bambu
 
 

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU

 
Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
 
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
  • Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP
  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
  • Berikan Vitamin dan Mineral setiap hari.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA
 
Perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak Hijau agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
 
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
  • Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
  • Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA
 
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG
 
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Cucak Hijau pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Cucak Hijau menjadi rusak.
 
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Cucak Hijau meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cucak Hijau butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
 
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
 
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Hijau (Cucak Ijo): 
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)
 
Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Hijau peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Cucak Hijau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Hijau janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
 
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
 
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya;
Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
 
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Hijau adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
 
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Cucak Hijau tersebut.  Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.

Sabtu, 05 Januari 2013

burung kapasan

Pied Triller (Lalage nigra)

Nama Lokal       : Burung Kapas
Nama Indonesia : Kapasan Kemiri


    Merupakan jenis burung yang familiar dengan manusia dari keluarga Campephagidae. Menyukai pohon-pohon di sekitar pemukiman, perkampungan dan kebun-kebun tradisional atau hutan mangrove. Pemakan serangga yang suka menyendiri, namun kadang berpasangan. Sering bersuara " cek..cek...cek..ceek. ceeekkk...".

 Tersebar di Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan India.